Jumat, 12 Agustus 2016

Satu Macam Rempah Andalanku

Lama sekali aku gak beranjangsana ke blog ini, sudah hampir setengah tahun, hiks... Ya, mungkin aku terlalu fokus dengan blog yang ber-dot-com, sedangkan ide gak sebanyak blog yang kumiliki, hiks... lagi. Nah, kali ini aku ingin berbagi tentang sesuatu yang bisa membuat pencernaan kita sehat. Satu Macam Rempah Andalanku.

Sebenarnya aku ini kelihatannya saja sehat, seger buger, selalu sumringah, padahal sekitar satu bulan sebelum bulan puasa pencernaanku sedang bermasalah. Inilah yang menyebabkan aku jarang sekali bisa hadir di acara-acara blogger, apalagi akhir-akhir ini acara yang diadakan seringkali dimulai sekitar jam 14.00 ke atas. sudah bisa dibayangkan jam berapa aku harus keluar dari gedung/tempat acara, menunggu kendaraan pulang. Huuh, pasti akan sampai magrib aku belum tentu sampai di rumah. Sementara pencernaan bermasalah ini tidak akan bisa menahan selera akan aroma makanan yang biasanya terhidang di acara, huhuhuuu... Jadi terpaksalah dengan perasaan menyesal tak pernah hadir dengan kondisiku seperti ini.

Ada apa dengan masalah pencernaanku? Sebetulnya aku bisa saja tidak memedulikan gangguan ini, karena tidak begitu merepotkan, tapi kalau sudah mulai kumat, di tengah-tengah cekungan dadaku terasa nyeri, perih dan luar biasa gak enak. Rasa mual juga kerap menyertai nyeri ini. Biasanya aku bisa menanggulanginya dengan makan snacks seperti biscuit Marie Regal atau sejenisnya yang lembut, kemudan minum air putih segelas.

Keadaan ini akan berlarut bila saja aku tidak dipertemukan dengan seseorang yang memberi resep  sederhana tapi sangat jitu. Apa itu? Begini: ketika aku mengeluhkan penyakitku yang sering mengganggu, dengan serta merta temanku itu menganjurkan agar aku mengunyah biji merica atau lada putih, boleh juga lada hitam. Setiap pagi sebelum kita gosok gigi dan sebelum makan, ambillah 3 (tiga) butir biji lada, kunyahlah hingga halus, langsung ditelan donk, masa disemburkan ke orang yang ada di dekat kita, hehe... Setelah itu secepatnya minum air putih bagi yang tidak bisa menahan pedasnya. Buat mereka yang sanggup merasakan pedasnya lada hitam or lada putih, silakan saja untuk bersantai dulu sebelum minum air putih.

Sebutlah ini sebuah terapi pengobatan melalui biji lada. Aku sudah menjalaninya sekitar sebulan lebih hingga hari ini. Bisa saja aku menuliskannya di postingan ketika aku mendapat ilmu dari sumber yang memberikan info, tetapi bagaimana aku menuliskannya karena aku belum merasakan manfaat dari mengunyah lada putih//hitam itu. tesmonial apa yang akan aku buat?

Nah, setelah kurang lebih 3 minggu aku sibuk dengan aktivitas pagi mengunyah satu macam rempah andalanku -- tiga butir lada putih -- setelah aku bisa merasakan hasilnya, barulah aku berani menorehkannya sebagai postingan di blog ini. Alhamdulillah sejak seminggu aktivitas mengunyahh lada, sebetulnya aku tidak lagi merasakan sakit dan perih, apalagi sampai ingin meledakkan isi perutku. Rasanya indaaah sekali apabila tak ada keluhan di bagian tubuh kita terutama alat pencernaan.. 

Ternyata setelah aku melakukan googling, banyak sekali postingan yang memuat tentang manfaat lada ini. Coba saja Anda berkonsultasi dengan Paman Google ini tentang "Apa Manfaat Lada?" Maka akan muncul berbagai postingan yang memberikan info lengkap tentang apa saja yang bisa dicegah atau disembuhkan oleh biji-bijian yang kecil teramat kecil ini. 

Aku hanya bisa memberikan Satu Macam Rempah Andalanku saja, karenanya aku merasakan badanku kini sehat wal'afiat. Siapa yang mengira biji lada yang biasanya menghias tempat bumbu di dapur dan menambah nikmat ketika kita menghirup kuah sup itu mampu juga menyembuhkan penyakit. Bagi bermacam masakan juga sangatlah berguna rempah yang satu ini. Bayangkan kita menghirup sup tanpa lada, membuat perkedel tanpa si bulat kecil teramat mungil ini, atau menyantap chicken steak or beef-steak tanpa taburan lada, pasti rasanya kurang sedap. 

Untuk menelaah penyakiit apa saja yang bisa disembuh oleh biji lada ini, silakan Anda Googling. Banyak sekali manfaat lada ini, namun sayang tidak ada disisipkan bagaimana cara memanfaatkannya. Tulisanku ini hanyalah sebagai catatanku sendiri saja -- keluhanku sembuh karena mengunyah tiga butir biji lada setiap pagi. Jadi andai ada yang mencoba dan tidak sembuh, mungkin belum berjodoh, hehe... So, silakan klik di Google saja agaar Anda tidak penasaran. 

13 komentar:

  1. ngunyah..lada bun??? ga kebayang pedesnya.. tapi khasiatnya bikin berani ngunyah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Nova, dikunyah tu lada...ciyuus... huhahuhahuha deh sesudah itu, tapi lama-lama jadi biasa koq. Khasiatnya buat bunda alhamdulillah sudah bunda rasakan. Makasih kunjungan Nova ke blog bunda,

      Hapus
  2. Wah, lada hitam ya Bun? Tapi jadi penasaran sama manfaatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lada hitam juga boleh, tapi yang bunda kunyah lada putih. Ni sekarang mau ke pasar cari lada yang butirannya agak besar. Manfaatnya buat bunda sudah terasa. Makasih kunjungan Ipeh ke blog bunda.

      Hapus
  3. Ah... nggak kebayang gimana rasanya Bunda... tapi kalau demi kesehatan.. tentu semua akan dijalani...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Rita, gak kebayang sebelum mengunyah lada itu, tapi setelah itu jadi terbiasa akan rasa pedasnya. Alhamdulillah manfaat buat bunda. Makasih kunjungan rita ke blog bunda.

      Hapus
  4. Tak disangka ya Bun... Lada bisa menyembuhkan gejala mirip maag
    #tfs Bun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bunda juga gak nyangka pembicaraan selintas bisa manfaat buat bunda. Sampai sekarang, alhamdulillah rasa nyeri dlsb itu menghilang, mudah2an gak menyapa bunda lagi, hehe... Makasih kunjungan Diah ke blog bunda yang lumutan ini.

      Hapus
  5. waah bunda , makasih sharingnya ya, berguna sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Tira, itu juga bunda dapat sharingan daari teman yang gak di-sangka-sangka bisa manfaat bagi bunda. Terima kasih kunjungan Tira ke blog bunda.

      Hapus
  6. Aduh sy di rmh pake lada bubuk.. biasanya lgsg bersin2. Gmn klo di kunyah ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduduuu...sepertinya bunda ingat deh, lada bubuk gak disarankan sama temen bunda itu, kecuali memang kita yang numbuk sendiri. Lada bubuk yang biasa kita beli di pasar itu udah gak asli lagi, udah dicampur tepung atau apaaa...gitu. Kunyah aja, pagi-pagi selagi perut masih kosong lho! Lama-kelamaan juga biasa. Btw emangRuli udah nyoba lada bubuk? Kunjungannya bikin bunda senang. Makasih.

      Hapus